PENERAPAN PROSES MANAJEMEN RISIKO DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KECELAKAAN KERJA DI DIVISI KENDARAAN KHUSUS PT PINDAD
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
UNIVERSITAS EKUITAS INDONESIA
Abstract
Rustiya Noorbasara - NPM : A10220028 ; Pembimbing : Resi Juariah Susanto, S.E., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk penerapan proses manajemen risiko di Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad dengan menggunakan metode identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengevaluasi upaya pengendalian risiko pada proses produksi Divisi Kendaraan Khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi langsung pada perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 5 aktivitas yang teridentifikasi menimbulkan potensi bahaya, dan ditentukan peringkat risikonya yaitu aktivitas pertama memiliki nilai medium risk, aktivitas kedua memiliki nilai low risk, aktivitas ketiga memiliki nilai risiko diabaikan, aktivitas keempat memiliki nilai high risk, dan aktivitas kelima memiliki nilai medium risk, serta upaya pengendalian administratif, pengendalian teknik, dan pengendalian APD.
Description
Penelitian ini bertujuan untuk penerapan proses manajemen risiko di Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad dengan menggunakan metode identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengevaluasi upaya pengendalian risiko pada proses produksi Divisi Kendaraan Khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi langsung pada perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 5 aktivitas yang teridentifikasi menimbulkan potensi bahaya, dan ditentukan peringkat risikonya yaitu aktivitas pertama memiliki nilai medium risk, aktivitas kedua memiliki nilai low risk, aktivitas ketiga memiliki nilai risiko diabaikan, aktivitas keempat memiliki nilai high risk, dan aktivitas kelima memiliki nilai medium risk, serta upaya pengendalian administratif, pengendalian teknik, dan pengendalian APD.
