Implementasi Six Sigma Pada Proses Produksi Sepatu (Studi Kasus Pt. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk)

dc.contributor.authorPratiwi, Della Agnest
dc.date.accessioned2021-08-23T03:32:37Z
dc.date.available2021-08-23T03:32:37Z
dc.date.issued2021-08-23
dc.descriptionPenelitian ini dilakukan di PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk dengan objek penelitian produk sepatu b grade, dimana total produksi sebanyak 396.248 pasang sepatu, produk cacat sebanyak 12.447 pasang sepatu dengan persentase kecacatan 2,74% dari batas toleransi defect yang ditetapkan perusahaan sebesar 2% pada periode Januari – Desember 2018 dengan nilai DPMO 13.848 dan nilai sigma 3.41. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui penyebab cacat produk dan untuk menurunkan kecacatan pada produk sepatu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tools six sigma dengan dibantu alat pengendalian kualitas paretto diagram dan fishbone diagram. Hasil dari penelitian setelah dilakukan perbaikan menunjukkan tingkat DPMO 5.926 dan nilai sigma 4,02 artinya six sigma dapat menekankan tingkat kecacatan, paretto diagram menghasilkan dengan tingkat cacat dominan pada cacat upper, bentuk sepatu miring, dan keriput. Disarankan untuk perusahaan agar lebih teliti dan melakukan pengendalian kualitas terhadap proses produksi sepatu.en_US
dc.description.abstractDella Agnest Pratiwi - NPM : A10150160 ; Pembimbing : Dr. Hj. N. Ayi Tejaningrum, SE., MT; Penelitian ini dilakukan di PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk dengan objek penelitian produk sepatu b grade, dimana total produksi sebanyak 396.248 pasang sepatu, produk cacat sebanyak 12.447 pasang sepatu dengan persentase kecacatan 2,74% dari batas toleransi defect yang ditetapkan perusahaan sebesar 2% pada periode Januari – Desember 2018 dengan nilai DPMO 13.848 dan nilai sigma 3.41. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui penyebab cacat produk dan untuk menurunkan kecacatan pada produk sepatu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tools six sigma dengan dibantu alat pengendalian kualitas paretto diagram dan fishbone diagram. Hasil dari penelitian setelah dilakukan perbaikan menunjukkan tingkat DPMO 5.926 dan nilai sigma 4,02 artinya six sigma dapat menekankan tingkat kecacatan, paretto diagram menghasilkan dengan tingkat cacat dominan pada cacat upper, bentuk sepatu miring, dan keriput. Disarankan untuk perusahaan agar lebih teliti dan melakukan pengendalian kualitas terhadap proses produksi sepatu. FULLTEXT https://ponselharian.com/12GFAHmQjwen_US
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI61201#Manajemen
dc.identifier.nidnNIDN0422116501
dc.identifier.nimNIMA10150160
dc.identifier.urihttp://repository.ekuitas.ac.id/handle/123456789/1298
dc.language.isoiden_US
dc.publisherSTIE Ekuitasen_US
dc.relation.ispartofseriesSM;02332
dc.subjectSix Sigmaen_US
dc.subjectKualitasen_US
dc.subjectProduk cacaten_US
dc.titleImplementasi Six Sigma Pada Proses Produksi Sepatu (Studi Kasus Pt. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ABSTRAK - A10150160.pdf
Size:
107.29 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
abstrak
Loading...
Thumbnail Image
Name:
FULL TEXT - A10150160.pdf
Size:
2 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
fulltext

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: