Fatimah, Safna Azahra2026-06-242026-06-242026-06-24https://repository.ekuitas.ac.id/handle/123456789/2583Penelitian ini dilakukan di TOFICO Cabang Bandung dengan fokus pada pengendalian kualitas pengiriman produk sirup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab cacat produk dan menurunkan tingkat kecacatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan penerapan tools Six Sigma yang didukung oleh alat pengendalian kualitas seperti Pareto Diagram dan Fishbone Diagram. Selama periode Januari hingga Oktober 2024, total pengiriman mencapai 2.604 unit, dengan jumlah produk cacat sebanyak 254 unit, yang menghasilkan persentase kecacatan sebesar 9,79%. Persentase ini melebihi batas toleransi defect yang ditetapkan perusahaan sebesar 6%. Nilai DPMO (Defects Per Million Opportunities) yang diperoleh adalah 327.510, dengan tingkat sigma sebesar 3,3.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan perbaikan, tingkat DPMO menurun menjadi 186.873 dan nilai sigma meningkat menjadi 3,6, yang menunjukkan bahwa penerapan Six Sigma efektif dalam menekan tingkat kecacatan. Pareto Diagram mengidentifikasi bahwa cacat yang paling dominan berasal dari kebocoran kemasan. Disarankan agar perusahaan lebih teliti dalam melakukan pengendalian kualitas terhadap proses pengiriman produk sirup untuk meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.Safna Azahra Fatimah - NPM : A10210076 ; Pembimbing : Deny Hamdani, SE., M.Si. Penelitian ini dilakukan di TOFICO Cabang Bandung dengan fokus pada pengendalian kualitas pengiriman produk sirup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab cacat produk dan menurunkan tingkat kecacatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan penerapan tools Six Sigma yang didukung oleh alat pengendalian kualitas seperti Pareto Diagram dan Fishbone Diagram. Selama periode Januari hingga Oktober 2024, total pengiriman mencapai 2.604 unit, dengan jumlah produk cacat sebanyak 254 unit, yang menghasilkan persentase kecacatan sebesar 9,79%. Persentase ini melebihi batas toleransi defect yang ditetapkan perusahaan sebesar 6%. Nilai DPMO (Defects Per Million Opportunities) yang diperoleh adalah 327.510, dengan tingkat sigma sebesar 3,3.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan perbaikan, tingkat DPMO menurun menjadi 186.873 dan nilai sigma meningkat menjadi 3,6, yang menunjukkan bahwa penerapan Six Sigma efektif dalam menekan tingkat kecacatan. Pareto Diagram mengidentifikasi bahwa cacat yang paling dominan berasal dari kebocoran kemasan. Disarankan agar perusahaan lebih teliti dalam melakukan pengendalian kualitas terhadap proses pengiriman produk sirup untuk meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.idPengendalian kualitasSix SigmaDiagram ParetoAnalisis Pengendalian Kualitas Pengiriman Produk Syrup Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Pada Tofico Cabang BandungThesisNIDN0416127101KODEPRODI61201#ManajemenS1NIMA10210076