Arliyudi, Rofi Fadhil2026-06-152026-06-152026-06-15https://repository.ekuitas.ac.id/handle/123456789/2567Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi bagaimana literasi perpajakan dan tingkat kesadaran wajib pajak memengaruhi sikap kepatuhan generasi muda di Kota Bandung, khususnya di tengah dinamika ekonomi digital yang berkembang pesat. Fokus utamanya adalah memahami apakah pemahaman teknis mengenai aturan pajak serta dorongan moral internal mampu menjadi pendorong bagi wajib pajak muda untuk memenuhi kewajiban fiskal mereka secara sukarela. Metode Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan dari 103 responden yang mewakili populasi generasi muda di Kota Bandung, yang ditentukan menggunakan rumus Slovin untuk menjamin validitas sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengukur persepsi responden, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik inferensial untuk menguji hubungan antar variabel secara parsial maupun simultan. Hasil Penelitian Temuan riset mengungkapkan bahwa secara simultan, literasi dan kesadaran pajak berkontribusi sebesar 74,8% terhadap sikap kepatuhan. Secara parsial, terdapat anomali di mana literasi pajak berpengaruh signifikan namun negatif, yang menunjukkan bahwa pengetahuan tinggi tanpa integritas berisiko memicu penghindaran pajak. Sebaliknya, kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif yang sangat kuat. Hal ini menyimpulkan bahwa meskipun pemahaman aturan penting, faktor kesadaran moral merupakan kunci utama dalam membentuk kepatuhan wajib pajak di era digital.Rofi Fadhil Arliyudi - NPM : C10220132 ; Pembimbing : Lilis Saidah Napisah, S.E., M.M., M.Ak. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi bagaimana literasi perpajakan dan tingkat kesadaran wajib pajak memengaruhi sikap kepatuhan generasi muda di Kota Bandung, khususnya di tengah dinamika ekonomi digital yang berkembang pesat. Fokus utamanya adalah memahami apakah pemahaman teknis mengenai aturan pajak serta dorongan moral internal mampu menjadi pendorong bagi wajib pajak muda untuk memenuhi kewajiban fiskal mereka secara sukarela. Metode Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan dari 103 responden yang mewakili populasi generasi muda di Kota Bandung, yang ditentukan menggunakan rumus Slovin untuk menjamin validitas sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengukur persepsi responden, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik inferensial untuk menguji hubungan antar variabel secara parsial maupun simultan. Hasil Penelitian Temuan riset mengungkapkan bahwa secara simultan, literasi dan kesadaran pajak berkontribusi sebesar 74,8% terhadap sikap kepatuhan. Secara parsial, terdapat anomali di mana literasi pajak berpengaruh signifikan namun negatif, yang menunjukkan bahwa pengetahuan tinggi tanpa integritas berisiko memicu penghindaran pajak. Sebaliknya, kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif yang sangat kuat. Hal ini menyimpulkan bahwa meskipun pemahaman aturan penting, faktor kesadaran moral merupakan kunci utama dalam membentuk kepatuhan wajib pajak di era digital.idLiterasi PajakKesadaran Wajib PajakSikap Kepatuhan Wajib PajakPengaruh Literasi Pajak Dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Sikap Kepatuhan Wajib Pajak Generasi Muda Di Kota Bandung Pada Era Ekonomi DigitalThesisKODEPRODI62201#AkuntansiS1NIDN0426056904NIMC10220132