Show simple item record

dc.contributor.authorOKTAPIANI, DINI
dc.date.accessioned2023-03-30T02:21:29Z
dc.date.available2023-03-30T02:21:29Z
dc.date.issued2023-03-30
dc.identifier.urihttp://repository.ekuitas.ac.id/handle/123456789/1813
dc.descriptionDINI OKTAPIANI-STIEEkuitasen_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat inflasi dan suku bunga (BI Rate) terhadap harga saham sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama masa pandemi covid-19. Metode penelitian menggunakan strategi kuantitatif dengan pendekatan verifikatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 5 perusahaan BUMN sektor perbankan yang terdaftar di BEI. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi dan uji hipotesis parsial dan simultan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial tingkat inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham dengan koefisien -1,946 >-2,080 dan nilai sig. 0.065, suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham sektor perbankan dengan koefisien -3,537 < -0,080 dan nilai sig. 0,02. Sedangkan secara simultan tingkat inflasi dan suku bunga berpengaruh positif terhadap harga saham BUMN sektor perbankan selama masa pandemi covid-19 dengan koefisien 7,631 > 3,47 dan nilai sig. 0,003. Sehingga investor sebaiknya melakukan peralihan investasi pada emas atau deposito.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherSTIE Ekuitasen_US
dc.relation.ispartofseriesSM;03025
dc.subjectInflasien_US
dc.subjectSuku Bungaen_US
dc.subjectHarga Sahamen_US
dc.subjectCovid-19en_US
dc.titlePENGARUH TINGKAT INFLASI DAN SUKU BUNGA (BI RATE) TERHADAP HARGA SAHAM SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19en_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nimA10190138


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record