Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Pt.X Indonesia Sebelum Dan Sesudah Merger Dengan Pt.X
Loading...
Date
Authors
Timothy, Nico
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
STIE Ekuitas
Abstract
Nico Timothy - NPM : A10150126 ;
Pembimbing : Gatot Iwan Kurniawan, SE., MBA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingkan kinerja keuangan sebelum dan sesudah merger dengan rasio keuangan dan nilai perusahaan. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Holcim Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, menggunakan uji-T. Hasil penelitian dari semua rasio yang digunakan baik dari rasio keuangan maupun nilai perusahaan menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah merger pada Curent Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Total Asset Turn Over (TATO) dan Tobin's Q, perbedaan yang signifikan hanya terjadi pada Debt to Equity Ratio (DER). Hasil perhitungan yang diperoleh secara manual menunjukkan sesudah merger terdapat penurunan semua rasio yang digunakan baik dari rasio keuangan maupun nilai perusahaan. Kenaikan hanya terjadi pada Debt to Equity Ratio (DER). Dari analisis T-Test dan perhitungan manual, dapat diartikan bahwa adanya indikasi kegagalan strategi merger yang dilakukan oleh PT. Holcim Indonesia. FULLTEXT https://ponselharian.com/MXsK1zm
Description
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingkan kinerja keuangan sebelum dan sesudah merger dengan rasio keuangan dan nilai perusahaan. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Holcim Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, menggunakan uji-T. Hasil penelitian dari semua rasio yang digunakan baik dari rasio keuangan maupun nilai perusahaan menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah merger pada Curent Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Total Asset Turn Over (TATO) dan Tobin's Q, perbedaan yang signifikan hanya terjadi pada Debt to Equity Ratio (DER). Hasil perhitungan yang diperoleh secara manual menunjukkan sesudah merger terdapat penurunan semua rasio yang digunakan baik dari rasio keuangan maupun nilai perusahaan. Kenaikan hanya terjadi pada Debt to Equity Ratio (DER). Dari analisis T-Test dan perhitungan manual, dapat diartikan bahwa adanya indikasi kegagalan strategi merger yang dilakukan oleh PT. Holcim Indonesia
