Analisis Event Study Dampak Demonstrasi Agustus-September 2025 Terhadap Cumulative Abnormal Return Saham Sektor Teknologi Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Dengan Kapitalisasi Pasar Sebagai Variabel Moderasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
UNIVERSITAS EKUITAS INDONESIA
Abstract
Vincentius Dava Kristuadji - NPM : C10220130 ; Pembimbing : Aneu Kuraesin, S.E., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak peristiwa demonstrasi Agustus-September 2025 terhadap Cumulative Abnormal Return (CAR) saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI), serta menguji peran kapitalisasi pasar sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan metode event study dengan pendekatan kuantitatif bersifat explanatory research. Sampel terdiri dari 34 perusahaan sektor teknologi yang dipilih melalui purposive sampling dari total 47 perusahaan. Expected return diestimasi menggunakan market model dengan periode estimasi 120 hari bursa, sedangkan event window mencakup 18 hari bursa yang terbagi menjadi tiga sub-periode. Analisis data menggunakan one-sample t-test untuk menguji anticipation effect dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji perbedaan CAR antar periode serta efek moderasi kapitalisasi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat anticipation effect berupa CAR positif yang signifikan pada periode sebelum demonstrasi, mengindikasikan investor telah melakukan akumulasi posisi sebelum peristiwa resmi berlangsung; (2) tidak terdapat perbedaan CAR yang signifikan antar periode sebelum, selama, dan setelah demonstrasi, yang mengimplikasikan bahwa dampak negatif telah terdiskonto sejak awal; serta (3) kapitalisasi pasar tidak mampu memoderasi pengaruh demonstrasi terhadap CAR, karena pembatasan platform digital merupakan guncangan yang berdampak merata terhadap seluruh perusahaan teknologi tanpa memandang ukuran perusahaan. Temuan ini memberikan implikasi bagi investor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sinyal awal ketidakstabilan sosial-politik dan melakukan diversifikasi lintas sektor sebagai strategi hedging.
Description
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak peristiwa demonstrasi Agustus-September 2025 terhadap Cumulative Abnormal Return (CAR) saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI), serta menguji peran kapitalisasi pasar sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan metode event study dengan pendekatan kuantitatif bersifat explanatory research. Sampel terdiri dari 34 perusahaan sektor teknologi yang dipilih melalui purposive sampling dari total 47 perusahaan. Expected return diestimasi menggunakan market model dengan periode estimasi 120 hari bursa, sedangkan event window mencakup 18 hari bursa yang terbagi menjadi tiga sub-periode. Analisis data menggunakan one-sample t-test untuk menguji anticipation effect dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji perbedaan CAR antar periode serta efek moderasi kapitalisasi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat anticipation effect berupa CAR positif yang signifikan pada periode sebelum demonstrasi, mengindikasikan investor telah melakukan akumulasi posisi sebelum peristiwa resmi berlangsung; (2) tidak terdapat perbedaan CAR yang signifikan antar periode sebelum, selama, dan setelah demonstrasi, yang mengimplikasikan bahwa dampak negatif telah terdiskonto sejak awal; serta (3) kapitalisasi pasar tidak mampu memoderasi pengaruh demonstrasi terhadap CAR, karena pembatasan platform digital merupakan guncangan yang berdampak merata terhadap seluruh perusahaan teknologi tanpa memandang ukuran perusahaan. Temuan ini memberikan implikasi bagi investor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sinyal awal ketidakstabilan sosial-politik dan melakukan diversifikasi lintas sektor sebagai strategi hedging.
