Pengaruh Good Corporate Governance (GCG) Dan Arus Kas Operasi Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Bumn Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2020-2024

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

UNIVERSITAS EKUITAS INDONESIA

Abstract

Novia Putri - NPM : C10220037 ; Pembimbing : Rr. Yoppy Palupi Purbaningsih, S.E., M.Ak. Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu faktor utama keberhasilan perusahaan dalam mencapai pertumbuhan serta memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Sedangkan arus kas operasi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas melalui kegiatan operasional perusahaan. Kemudian financial distress menggambarkan kondisi perusahaan yang sedang menghadapi tekanan keuangan yang serius. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh good corporate governance dan arus kas operasi terhadap financial distress pada perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk laporan keuangan yang diambil dari laman resmi BEI. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70 sampel yang didasarkan dengan teknik purposive sampling. Instrumen analisis statistik menggunakan analisis regresi data panel dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance (GCG) yang diproksikan dengan kepemilikan institusional, dewan direksi, dan dewan komisaris secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress, sedangkan arus kas operasi secara parsial berpengaruh terhadap financial distress. Secara simultan Good Corporate Governance (GCG) dan arus kas operasi berpengaruh terhadap financial distress sebesar 83% sementara 17% lainnya diduga dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.

Description

Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu faktor utama keberhasilan perusahaan dalam mencapai pertumbuhan serta memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Sedangkan arus kas operasi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas melalui kegiatan operasional perusahaan. Kemudian financial distress menggambarkan kondisi perusahaan yang sedang menghadapi tekanan keuangan yang serius. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh good corporate governance dan arus kas operasi terhadap financial distress pada perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk laporan keuangan yang diambil dari laman resmi BEI. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70 sampel yang didasarkan dengan teknik purposive sampling. Instrumen analisis statistik menggunakan analisis regresi data panel dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance (GCG) yang diproksikan dengan kepemilikan institusional, dewan direksi, dan dewan komisaris secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress, sedangkan arus kas operasi secara parsial berpengaruh terhadap financial distress. Secara simultan Good Corporate Governance (GCG) dan arus kas operasi berpengaruh terhadap financial distress sebesar 83% sementara 17% lainnya diduga dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.

Citation