Analisis Penerapan Metode Klasifikiasi Always Better Control (ABC) Dan Economic Order Quantity (EOQ) Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Di Konveksi RSM Fashion Bandung

Abstract

Firman Firdaus - NPM : A10210180 ; Pembimbing : Deny Hamdani, S.E., M.Si. Pengendalian persediaan bahan baku yang tidak efektif bisa menyebabkan kelebihan atau kekurangan stok yang berdampak terhadap kelancaran proses produksi. RSM Fashion Bandung merupakan salah satu konveksi yang mengalami permasalahan kelebihan stok dikarenakan belum menerapkan metode pengendalian persediaan bahan baku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan metode Always Better Control (ABC) dan Economic Order Quantity (EOQ) guna menentukan jumlah pemesanan yang optimal serta titik pemesanan kembali (Reorder Point). Hasil analisis metode ABC menunjukkan bahwa bahan baku kategori A mencakup 56,48% dari total investasi. Kategori B mencakup 27,57% dari total investasi, sementara kategori C mencakup 15,95% dari total investasi. Penerapan metode EOQ di RSM Fashion Bandung menunjukkan jumlah pemesanan ekonomis untuk kelompok A : kain knit EOQ 673 kg & ROP 124 kg dan kain jersey EOQ 547 kg & ROP 75 kg. Kelompok B : kain rayon EOQ 1.167 yard & ROP 210 yard dan kain katun EOQ 1.080 yard & ROP 180 yard. Kelompok C : mencakup kain seruti EOQ 1.123 yard & ROP 180 yard, benang EOQ 406 lusin & ROP 30 lusin, kancing EOQ 120 pack & ROP 5 pack, karet EOQ 231 yard & ROP 9 yard, dan resleting EOQ 250 lusin dan ROP 8 lusin. Metode Safety Stock (SS) menunjukkan nilai SS = 0 karena permintaan dan lead time yang tetap sehingga stok cadangan tidak diperlukan.

Description

Pengendalian persediaan bahan baku yang tidak efektif bisa menyebabkan kelebihan atau kekurangan stok yang berdampak terhadap kelancaran proses produksi. RSM Fashion Bandung merupakan salah satu konveksi yang mengalami permasalahan kelebihan stok dikarenakan belum menerapkan metode pengendalian persediaan bahan baku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan metode Always Better Control (ABC) dan Economic Order Quantity (EOQ) guna menentukan jumlah pemesanan yang optimal serta titik pemesanan kembali (Reorder Point). Hasil analisis metode ABC menunjukkan bahwa bahan baku kategori A mencakup 56,48% dari total investasi. Kategori B mencakup 27,57% dari total investasi, sementara kategori C mencakup 15,95% dari total investasi. Penerapan metode EOQ di RSM Fashion Bandung menunjukkan jumlah pemesanan ekonomis untuk kelompok A : kain knit EOQ 673 kg & ROP 124 kg dan kain jersey EOQ 547 kg & ROP 75 kg. Kelompok B : kain rayon EOQ 1.167 yard & ROP 210 yard dan kain katun EOQ 1.080 yard & ROP 180 yard. Kelompok C : mencakup kain seruti EOQ 1.123 yard & ROP 180 yard, benang EOQ 406 lusin & ROP 30 lusin, kancing EOQ 120 pack & ROP 5 pack, karet EOQ 231 yard & ROP 9 yard, dan resleting EOQ 250 lusin dan ROP 8 lusin. Metode Safety Stock (SS) menunjukkan nilai SS = 0 karena permintaan dan lead time yang tetap sehingga stok cadangan tidak diperlukan.

Citation