Pengaruh Taxpayer Awareness, Komunikasi Persuasif, Dan Pemberian Sanksi Administratif Terhadap Integritas Fiskal Wajib Pajak Kafe Di Kota Dan Kabupaten Bandung
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
UNIVERSITAS EKUITAS INDONESIA
Abstract
Alma Zahfira Hidayat - NPM : C10220086 ; Pembimbing : Dr. Ade Imam Muslim S.Pd.,S.Akt.,M.Si.,Ak.,CPA.,BKP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Taxpayer Awareness, Komunikasi Persuasif, dan Pemberian Sanksi Administratif terhadap Integritas Fiskal Wajib Pajak Kafe di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. taxpayer awareness, komunikasi persuasif dan pemberian sanksi administratif digunakan sebagai variabel independen, sedangkan integritas fiskal wajib pajak digunakan sebagai variabel dependen. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling dengan metode sensus / sampel total. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang terlibat dalam pengelolaan dan pengawasan pajak daerah khususnya yang mengelola pajak restoran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara simultan taxpayer awareness, komunikasi persuasif dan pemberian sanksi administratif berpengaruh signifikan terhadap integritas fiskal wajib pajak kafe. Secara parsial taxpayer awareness dan komunikasi persuasif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap integritas fiskal wajib pajak, sedangkan pemberian sanksi administratif berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap integritas fiskal wajib pajak kafe. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sanksi administratif memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan integritas fiskal wajib pajak kafe.
Description
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Taxpayer Awareness, Komunikasi Persuasif, dan Pemberian Sanksi Administratif terhadap Integritas Fiskal Wajib Pajak Kafe di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. taxpayer awareness, komunikasi persuasif dan pemberian sanksi administratif digunakan sebagai variabel independen, sedangkan integritas fiskal wajib pajak digunakan sebagai variabel dependen. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling dengan metode sensus / sampel total. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang terlibat dalam pengelolaan dan pengawasan pajak daerah khususnya yang mengelola pajak restoran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara simultan taxpayer awareness, komunikasi persuasif dan pemberian sanksi administratif berpengaruh signifikan terhadap integritas fiskal wajib pajak kafe. Secara parsial taxpayer awareness dan komunikasi persuasif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap integritas fiskal wajib pajak, sedangkan pemberian sanksi administratif berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap integritas fiskal wajib pajak kafe. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sanksi administratif memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan integritas fiskal wajib pajak kafe.
