Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat

Abstract

Fahmi Fauzi Wijana - NPM : A10210146 ; Pembimbing : Dra. Hamidah, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh (sensus) dengan melibatkan seluruh populasi pegawai, yaitu sebanyak 69 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji asumsi klasik, analisis koefisien determinasi, uji normalitas, serta uji t dan uji F. Hasil uji t menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. sedangkan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji F menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran yang lebih dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai dibandingkan budaya organisasi. Oleh karena itu, disarankan agar instansi memperkuat praktik kepemimpinan transformasional guna meningkatkan efektivitas dan produktivitas pegawai secara berkelanjutan.

Description

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh (sensus) dengan melibatkan seluruh populasi pegawai, yaitu sebanyak 69 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji asumsi klasik, analisis koefisien determinasi, uji normalitas, serta uji t dan uji F. Hasil uji t menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. sedangkan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji F menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran yang lebih dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai dibandingkan budaya organisasi. Oleh karena itu, disarankan agar instansi memperkuat praktik kepemimpinan transformasional guna meningkatkan efektivitas dan produktivitas pegawai secara berkelanjutan.

Citation