Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kain Produk Scrunchie Pada Umkm Naforte Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

STIE EKUITAS

Abstract

Natasha Humaira - NPM : A10210123 ; Pembimbing : Deni Hamdani, SE., M.Si. Pengendalian persediaan bahan baku yang tidak efektif dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok yang berdampak pada biaya produksi dan kelancaran operasional. UMKM Naforte, yang memproduksi scrunchie secara handmade, menghadapi permasalahan fluktuasi stok kain jenis satin silk charmuse akibat sistem pemesanan bahan baku yang masih berdasarkan perkiraan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pemesanan optimal dan menekan biaya persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dapat dilihat jumlah rata-rata pembelian bahan baku kain 74,12 meter setiap kali pesan dengan frekuensi pemesanan 17 kali dalam satu tahun. Setelah penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) jumlah rata-rata pembelian bahan baku kain menjadi 145,14 meter dengan frekuensi pemesanan 5 kali dalam satu tahun, serta menekan total biaya persediaan dari Rp. 2.092.858 menjadi Rp. 1.147.197 yang menghasilkan penghematan sebesar Rp. 945.661. Selain itu berdasarkan metode Economic Order Quantity (EOQ) UMKM Naforte harus mengadakan safety stock sebesar 66,05 meter, reorder point sebesar 71,41 meter dan maximum inventory sebesar 211,19 meter.

Description

Pengendalian persediaan bahan baku yang tidak efektif dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok yang berdampak pada biaya produksi dan kelancaran operasional. UMKM Naforte, yang memproduksi scrunchie secara handmade, menghadapi permasalahan fluktuasi stok kain jenis satin silk charmuse akibat sistem pemesanan bahan baku yang masih berdasarkan perkiraan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pemesanan optimal dan menekan biaya persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dapat dilihat jumlah rata-rata pembelian bahan baku kain 74,12 meter setiap kali pesan dengan frekuensi pemesanan 17 kali dalam satu tahun. Setelah penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) jumlah rata-rata pembelian bahan baku kain menjadi 145,14 meter dengan frekuensi pemesanan 5 kali dalam satu tahun, serta menekan total biaya persediaan dari Rp. 2.092.858 menjadi Rp. 1.147.197 yang menghasilkan penghematan sebesar Rp. 945.661. Selain itu berdasarkan metode Economic Order Quantity (EOQ) UMKM Naforte harus mengadakan safety stock sebesar 66,05 meter, reorder point sebesar 71,41 meter dan maximum inventory sebesar 211,19 meter.

Citation