IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING DALAM PENINGKATAN EFISIENSI PROSES PRODUKSI JERSEY PADA CV. SEVEN BRAVE INDUSTRIES
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
STIE EKUITAS
Abstract
Witriani Kuswara - NPM : A10210127 ; Pembimbing : Dr. N Ayi Tejaningrum, SE., M.T. CV. Seven Brave Industries adalah UMKM di Sumedang yang bergerak di industri konveksi. CV. Seven Brave Industries memiliki permasalahan mengenai keterlambatan dalam proses produksi jersey. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemborosan yang terjadi serta menentukan usulan perbaikan dalam mengatasi pemborosan (waste) dengan menggunakan pendekatan Lean Manufacturing dan metodenya Value Stream Mapping. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian yang dilakukan, diperoleh beberapa pemborosan yaitu waiting dan motion. Waiting berasal dari pengeringan yang membutuhkan waktu yang cukup panjang selama 202 detik. Sedangkan motion selama 402,5 detik berasal dari aktivitas yang tidak diperlukan seperti membuang sisa potongan kain, mengikat pola baju sesuai dengan bagian, dan mengecek hasil jahitan. Berdasarkan Current State Value Stream Mapping, didapat Value Added (VA) sebesar 3.261,9 detik dan Non-Value Added (NVA) sebesar 880 detik sehingga total lead time sebesar 4.141,9 detik. Setelah dilakukan usulan perbaikan dalam Future State Value Stream Mapping, didapat Value Added (VA) sebesar 3.059,9 detik dan Non-Value Added sebesar 477,5 detik sehingga total lead time sebesar 3.537,4 detik.
Description
CV. Seven Brave Industries adalah UMKM di Sumedang yang bergerak di industri konveksi. CV. Seven Brave Industries memiliki permasalahan mengenai keterlambatan dalam proses produksi jersey. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemborosan yang terjadi serta menentukan usulan perbaikan dalam mengatasi pemborosan (waste) dengan menggunakan pendekatan Lean Manufacturing dan metodenya Value Stream Mapping. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian yang dilakukan, diperoleh beberapa pemborosan yaitu waiting dan motion. Waiting berasal dari pengeringan yang membutuhkan waktu yang cukup panjang selama 202 detik. Sedangkan motion selama 402,5 detik berasal dari aktivitas yang tidak diperlukan seperti membuang sisa potongan kain, mengikat pola baju sesuai dengan bagian, dan mengecek hasil jahitan. Berdasarkan Current State Value Stream Mapping, didapat Value Added (VA) sebesar 3.261,9 detik dan Non-Value Added (NVA) sebesar 880 detik sehingga total lead time sebesar 4.141,9 detik. Setelah dilakukan usulan perbaikan dalam Future State Value Stream Mapping, didapat Value Added (VA) sebesar 3.059,9 detik dan Non-Value Added sebesar 477,5 detik sehingga total lead time sebesar 3.537,4 detik.
