Optimalisasi Pemeliharaan Mesin Rajut Bundar (Interlock) Terhadap Hasil Produksi Menggunakan Metode RCM Pada PT. x

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Erdiansyah, Lugas

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

STIE Ekuitas

Abstract

Lugas Erdiansyah - NPM : A10140029 Pembimbing : Resi Juariah Susanto, S.E., M.Si. Proses Pengerjaan yang dilakukan oleh perusahaan mengalami hambatan dikarenakan oleh munculnya downtime mesin yang diakibatkan oleh pemeliharaan yang tidak efektif dan terjadwal. Untuk meminimalisasi terjadinya kerugian yang diakibatkan oleh downtime mesin maka dibutuhkan suatu metode untuk mengefisiensikan perawatan. Komponen kritis dipilih melalui diagram Pareto berdasarkan tingginya tingkat waktu downtime. Komponen kritis terpilih dianalisis menggunakan analisis FMEA dan RCM II Decision Worksheet untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan serta efek yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut. Interval waktu penggantian komponen didapat dari perhitungan distribusi Weibull menggunakan perhitungan manual. Dari hasil analisa diperoleh 5 komponen kritis yang memiliki kegagalan potensial diantaranya Gear, Tooth belt, Jarum, Control Panel, dan Inverter dengan interval perawatan berada antara 293,56 jam–3924,64 jam dan perbandingan biaya CF dan CM sebesar Rp 8.569.207.560 . FUULLTEXT https://ponselharian.com/Mqy

Description

Proses Pengerjaan yang dilakukan oleh perusahaan mengalami hambatan dikarenakan oleh munculnya downtime mesin yang diakibatkan oleh pemeliharaan yang tidak efektif dan terjadwal. Untuk meminimalisasi terjadinya kerugian yang diakibatkan oleh downtime mesin maka dibutuhkan suatu metode untuk mengefisiensikan perawatan. Komponen kritis dipilih melalui diagram Pareto berdasarkan tingginya tingkat waktu downtime. Komponen kritis terpilih dianalisis menggunakan analisis FMEA dan RCM II Decision Worksheet untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan serta efek yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut. Interval waktu penggantian komponen didapat dari perhitungan distribusi Weibull menggunakan perhitungan manual. Dari hasil analisa diperoleh 5 komponen kritis yang memiliki kegagalan potensial diantaranya Gear, Tooth belt, Jarum, Control Panel, dan Inverter dengan interval perawatan berada antara 293,56 jam–3924,64 jam dan perbandingan biaya CF dan CM sebesar Rp 8.569.207.560

Citation