ANALISIS KELENGKAPAN DOKUMEN DALAM PROSES PENCAIRAN KLAIM JAMINAN HARI TUA (JHT) PADA BPJS KETENAGAKERJAAN KANTOR CABANG SUCI BANDUNG
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
UNIVERSITAS EKUITAS INDONESIA
Abstract
Hafid - NPM : B00220013 ; Pembimbing : Mery Maulin, SH., M.Hum., M.Kn. Program Jaminan Hari Tua berperan penting dalam memberikan perlindungan finansial bagi pekerja melalui lembaga BPJS Ketenagakerjaan. Namun, pencairan klaim JHT sering terkendala akibat ketidaklengkapan dokumen peserta. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelengkapan dokumen, faktor penyebab ketidaklengkapan, serta dampaknya terhadap kelancaran proses klaim di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi terhadap proses pelayanan klaim, wawancara dengan petugas, serta studi dokumen yang berkaitan dengan prosedur dan persyaratan klaim JHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verifikasi dokumen telah dilakukan sesuai ketentuan melalui sistem digital dan pemeriksaan manual. Namun, ketidaklengkapan dokumen masih menghambat efisiensi proses klaim. Diperlukan koordinasi yang lebih optimal dan pengurangan verifikasi berulang agar pelayanan klaim dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Description
Program Jaminan Hari Tua berperan penting dalam memberikan perlindungan finansial bagi pekerja melalui lembaga BPJS Ketenagakerjaan. Namun, pencairan klaim JHT sering terkendala akibat ketidaklengkapan dokumen peserta. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelengkapan dokumen, faktor penyebab ketidaklengkapan, serta dampaknya terhadap kelancaran proses klaim di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi terhadap proses pelayanan klaim, wawancara dengan petugas, serta studi dokumen yang berkaitan dengan prosedur dan persyaratan klaim JHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verifikasi dokumen telah dilakukan sesuai ketentuan melalui sistem digital dan pemeriksaan manual. Namun, ketidaklengkapan dokumen masih menghambat efisiensi proses klaim. Diperlukan koordinasi yang lebih optimal dan pengurangan verifikasi berulang agar pelayanan klaim dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
