Implementasi Six Sigma Pada Proses Produksi Sepatu (Studi Kasus Pt. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk)

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Pratiwi, Della Agnest

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

STIE Ekuitas

Abstract

Della Agnest Pratiwi - NPM : A10150160 ; Pembimbing : Dr. Hj. N. Ayi Tejaningrum, SE., MT; Penelitian ini dilakukan di PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk dengan objek penelitian produk sepatu b grade, dimana total produksi sebanyak 396.248 pasang sepatu, produk cacat sebanyak 12.447 pasang sepatu dengan persentase kecacatan 2,74% dari batas toleransi defect yang ditetapkan perusahaan sebesar 2% pada periode Januari – Desember 2018 dengan nilai DPMO 13.848 dan nilai sigma 3.41. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui penyebab cacat produk dan untuk menurunkan kecacatan pada produk sepatu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tools six sigma dengan dibantu alat pengendalian kualitas paretto diagram dan fishbone diagram. Hasil dari penelitian setelah dilakukan perbaikan menunjukkan tingkat DPMO 5.926 dan nilai sigma 4,02 artinya six sigma dapat menekankan tingkat kecacatan, paretto diagram menghasilkan dengan tingkat cacat dominan pada cacat upper, bentuk sepatu miring, dan keriput. Disarankan untuk perusahaan agar lebih teliti dan melakukan pengendalian kualitas terhadap proses produksi sepatu. FULLTEXT https://ponselharian.com/12GFAHmQjw

Description

Penelitian ini dilakukan di PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk dengan objek penelitian produk sepatu b grade, dimana total produksi sebanyak 396.248 pasang sepatu, produk cacat sebanyak 12.447 pasang sepatu dengan persentase kecacatan 2,74% dari batas toleransi defect yang ditetapkan perusahaan sebesar 2% pada periode Januari – Desember 2018 dengan nilai DPMO 13.848 dan nilai sigma 3.41. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui penyebab cacat produk dan untuk menurunkan kecacatan pada produk sepatu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tools six sigma dengan dibantu alat pengendalian kualitas paretto diagram dan fishbone diagram. Hasil dari penelitian setelah dilakukan perbaikan menunjukkan tingkat DPMO 5.926 dan nilai sigma 4,02 artinya six sigma dapat menekankan tingkat kecacatan, paretto diagram menghasilkan dengan tingkat cacat dominan pada cacat upper, bentuk sepatu miring, dan keriput. Disarankan untuk perusahaan agar lebih teliti dan melakukan pengendalian kualitas terhadap proses produksi sepatu.

Citation